Minggu, 28 Februari 2010
Waspada Kala Hujan
Musim hujan telah tiba, melanda hampir seluruh kota besar di tanah air, termasuk di kota yang saya singgahi sekarang untuk studi kuliah saya, Bandung. Perlu diperhatikan, berkendara sepeda motor di kala hujan membutuhkan kewaspadaan lebih dibanding saat cuaca cerah. Karena pertama, daya cengkram kendaraan bermotor kita akan jauh berkurang dikala hujan. Terlebih lagi bila kondisi ban sudah hampir gundul, semakin memperbesar kemungkinan selip ban. Bahkan jika kita terlalu keras menekan tuas rem depan, tanpa sadar ban telah terkunci. Kondisi ini sangat membahayakan, jadi sangat disarankan untuk tidak terlalu agresif dalam mengerem. Jadi jelas, sangat berbahaya jika kita berkendara dengan kecepatan tinggi dikala hujan. Kedua adalah, jarak pandang kita yang berkurang kala hujan. Apalagi jika hujan yang terjadi sangat lebat, benar - benar mengurangi jarak pandang seseorang ke jalan, karena dari tetesan air hujan yang kemudian mengembun terkena kendaraan lain di depan dan sekitar kita. Jika tidak memungkinkan dan dirasa membahayakan, sangat disarankan untuk berteduh terlebih dahulu. Ketiga, waspadai kendaraan lain. Secara psikis seseorang ingin segera sampai ke tujuan ketika hujan, mungkin dari beberapa orang berpikir "rumah saya sudah dekat, jadi ngapain musti berteduh, mending ngebut biar cepat sampai". Nah kondisi demikian membuat pengendara semakin agresif memacu tunggangannya supaya cepat sampai, kerumah misalnya. Pengendara yang demikian yang harus mendapat perhatian lebih dari kita, jika kita berhati-hati namun orang lain tidak, hasilnya sama saja dapat menimbulkan sesuatu yang sama sekali tidak kita harapkan. Sebaiknya kita mengalah dan menjaga jarak dengan memperlambat kendaraan kita, membiarkan pengendara tersebut menjauh dari kita. Keempat, waspadai jalan berlubang, karena saat hujan turun, lubang2 dijalanan akan terlihat seperti jalan biasa yang tertutup air karena air tersebut juga menutup lubang. Jika anda tidak paham betul dengan kondisi jalan, sangat disarankan untuk tidak memacu tunggangan dengan kencang. Jika kita cepat-cepat dalam memacu tunggangan, dapat dipastikan kita akan kaget bila tiba-tiba kita terguncang dengan keras karena masuk ke lubang. Masih disyukuri jika hanya terguncang dan kita dapat meneruskan perjalanan, tapi jika sampai kita terjatuh dan ada kendaraan lain disekitar kita, sungguh itu sangat tidak diharapkan kita semua. Jika kita telah terlanjur masuk ke lubang di jalanan, rekomendasi saya adalah segera berusaha untuk menjaga kestabilan kendaraan, jangan malah mencari celah jalan yang aman dari lubang. Disamping membuat keseimbangan kendaraan jadi hilang, hal tersebut juga akan membuat pengendara lain disekitar kita kaget yang efek akhirnya tentu tidak diharapkan, misalnya terjadi slempetan. Nah tambahan untuk menghadapi lubang, jika kita melihat ada lubang didepan sementara kita melaju cukup kencang, saya sarankan untuk bersiap-siap menerjang lubang tersebut. Jaga posisi badan untuk guncangan dan bersiap untuk menjaga keseimbangan kendaraan kita. Memang efeknya adalah ke komponen kendaraan yang terkena guncangan keras, tapi menurut saya itu lebih baik daripada mempertaruhkan nyawa kita dengan meliuk tajam untuk menghindari lubang tersebut. Memang ini bukan saran yang terlalu baik menurut saya, karena jika kita tidak terlalu kencang dipastikan ada banyak waktu bagi kita untuk mencari celah, melirik sebentar ke spion dan ke sekitar apakah memungkinkan, atau segera ambil keputusan mengerem dengan menurunkan gigi(engine brake). Sekian dari saya tentang pola berkendara menyikapi cuaca hujan, semoga bermanfaat.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar